
Salah satu cara menjaga mood agar tidak mudah marah saat berpuasa adalah mengurangi konsumsi kafein (freepik)
Teknik pernapasan dalam dapat membantu menenangkan sistem saraf. Saat emosi mulai meningkat, berhenti sejenak dan atur napas perlahan.
Menurut Cleveland Clinic, latihan pernapasan efektif menurunkan tingkat stres dan ketegangan. Cara ini sederhana namun sangat ampuh. Anda bisa mulai dengan tarik napas dalam selama 4 hitungan, tahan lalu hembuskan perlahan. Ulangi beberapa kali hingga tubuh terasa lebih rileks.
4. Kurangi konsumsi kafein berlebihan
Bagi sebagian orang, penghentian kafein mendadak dapat memicu sakit kepala dan perubahan mood. Kondisi ini sering terjadi di awal Ramadhan. NIH menjelaskan bahwa gejala putus kafein dapat memengaruhi suasana hati.
Oleh karena itu, kurangi kafein secara bertahap sebelum Ramadhan. Anda juga perlu membatasi kopi saat berbuka agar tidak mengganggu tidur malam.
5. Perbanyak aktivitas spiritual
Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus. Ramadhan adalah momen memperdalam spiritualitas dan ketenangan batin. Menurut Greater Good Science Center, praktik refleksi dan rasa syukur dapat meningkatkan kesejahteraan emosional.
Anda bisa luangkan waktu untuk membaca Al-Qur’an atau berdzikir. Intinya aktivitas spiritual membantu menenangkan pikiran.
6. Hindari multitasking berlebihan
Multitasking atau melakukan banyak hal sekaligus dapat meningkatkan stres. Saat berpuasa, energi mental mungkin tidak seoptimal hari biasa.
Stanford University menemukan bahwa multitasking berlebihan dapat menurunkan konsentrasi dan efisiensi. Jadi Anda perlu menyelesaikan pekerjaan secara bertahap. Pasalnya ritme kerja yang teratur membantu menjaga ketenangan.***
