
Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel Bermudez. (Istimewa)
JawaPos.com - Tiongkok mengulang seruannya kepada AS untuk mengakhiri blokade dan sanksi terhadap Kuba.
"Beijing mendesak AS untuk segera menghentikan blokade, sanksi, dan segala bentuk tekanan dan kekerasan terhadap Kuba," sebut Juru bicara kementerian Luar Negeri Mao Ning, dilansir dari Antara, (30/3).
Mao menambahkan bahwa Tiongkok “akan terus melakukan apa pun untuk memberikan bantuan kepada Kuba.”
Pernyataan tersebut muncul seusai Presiden Donald Trump mengatakan bahwa Kuba akan menjadi target operasi militer berikutnya setelah Iran.
"Kuba akan menjadi yang berikutnya," ujar Trump kepada wartawan dalam perjalanan menuju Washington.
Komentar Trump muncul ketika serangan udara AS dan Israel terhadap Iran memasuki bulan kedua. Serangan udara terhadap Iran sejak akhir Februari telah menewaskan lebih dari 1.400 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.
Teheran telah membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.
Setidaknya 13 prajurit AS telah tewas dan ratusan lainnya terluka, selain kerusakan pada aset militer AS di Timur Tengah, dalam konflik yang sedang berlangsung.
